Update 30 Januari 2023.
Rabu, 01 Februari 2023
Mengurus Surat Sehat di RSUD Sleman - Januari 2023
Update 30 Januari 2023.
Rabu, 09 Desember 2020
[UPDATE 25/12/2020] Bepergian ke Luar Negeri di masa COVID
Di sini saya mau berbagi kisah pengalaman saat saya harus travelling meninggalkan tanah air, di masa-masa sulit akibat COVID ini. Jadi, sebagai penumpang yang baik dan tentunya agar lancar perjalanannya, saya harus mengikuti prokes alias protokol kesehatan yang ditentukan untuk perjalanan menggunakan pesawat terbang.
Langsung saja ya.
Beberapa waktu lalu (Oktober 2020), rute terbang saya dari Yogyakarta (YIA) menuju Amsterdam (AMS). Maka saya punya penerbangan domestik (YIA-CGK Jakarta) dan internasional (CGK-AMS). Saran saya kalau memang harus terbang, baik domestik maupun internasional, carilah rute sependek mungkin. Kadang kita kan milih ya, di hari-hari normal, biasanya tiket murah itu selalu banyak transitnya. Lho kan sekalian jalan-jalan kak? Ya iya kalau hari normal, mau cari rute lewat mana aja ya bisa. Tapi musim COVID begini, kalau kita nggak pikir-pikir, (1) makin banyak transit, makin besar kemungkinan terpapar; (2) makin banyak proses/administrasi pengecekan di setiap tempat, padahal sebagai passenger, kita kan pengin serba praktis.
Yuk, kita list dulu apa aja persiapannya (p.s. ini pengalaman Oktober 2020; untuk memastikan yang terbaru, perlu cari tahu lagi ya):
- Surat dokter/lab bebas COVID: rapid test dan atau PCR (swab) test. Buat domestik, pemerintah kita cuma mensyaratkan rapid test. Buat internasional, cek di website pemerintah negara tujuan. Kalau saya tujuan Belanda, cuma diminta unduh formulir "Health Declaration Form" yang bisa diunduh di sini.Untuk rapid test, sekarang sudah bisa dilakukan dimana-mana dengan harga terjangkau. Kalau saya, karena ingin yang sepi tempat rapid testnya, saya memilih di Gadjah Mada Medical Center (GMC), membayar 150 ribu kalau nggak salah, udah dapat surat sehat berikut.Kalau punya uang berlebih dan agar yakin betul-betul sehat, maka bisa daftar swab PCR test. Sebab, rapid test itu hasilnya tentu masih besar ketidak-akuratannya. Bisa-bisa, cuma gegara begadang semalam sebelumnya, paginya aga ngedrop, lalu rapid test, hasilnya reaktif. Kan berabe. Padahal negatif COVID.Catatan: hasil tes ini berlaku biasanya 7 hari. Tapi semakin dekat dengan hari H terbang, misal H-2 atau H-1, itu lebih aman di pengecekan administrasi. Dan di bandara keberangkatan, mereka juga ada pos rapid test. Cuma disitu kita gak bisa memprediksi akan seberapa lama hasilnya keluar. Dan kepanikan ini hanya akan membuat pikiran kalut. Jadi sebaiknya, siapkan H-1 deh ya.
- Surat sehat dokter. Mungkin ini nggak begitu terpakai, tetapi buat jaga-jaga, siapkan aja. Karena, surat sehat dokter ini biasanya juga ada keterangan kesehatan tambahan kita, e.g. tinggi dan berat badan, usia, tekanan darah, dsb.
- Beli tiket pesawat! Ini agak-agak gambling sebetulnya. Antara beli tiket dulu atau tes COVID dulu. Tiket pesawat biasanya dibeli jauh-jauh hari agar dapat harga murah. Sedangkan test COVID, diwajibkan mendekati hari H terbang. Jadi agak tricky. Tapi saran saya, beli aja dulu tiket, baru test. Semisal positif COVID itu sudah resiko, setidaknya tiket yang terbeli masih harga yang murah kan?
- Download dan isi eHAC. Ini semacam kontrol kesehatan resmi dari Kemenkes, yang dipakai untuk tracking manakala ada dari penumpang yang ternyata positif COVID. Download aplikasi bisa di Google Playstore atau sejenisnya. Untuk Playstore, silakan dicek di siniNanti kalau sudah download dan install, silakan diisi eHAC-nya, termasuk detail pesawat dan nomor kursinya. Akan ada QR Code yang nanti di-scan sama petugas di bandara (kalau saya di bandara CGK pas ngecek ini).
- Masker! Masker selalu dipasang dimanapun berada. Kalaupun harus dilepas, usahakan di tempat yang sepi. Saran saya, gunakan masker ganda (dobel). Kalau ada masker N95, itu bagus banget. Tapi kalau itu susah didapat, dan punyanya masker non-medis yang hijau atau biru itu, pakai dobel. Kalau pakai masker kain, pastikan pori-pori kainnya yang rapat. Cara ceknya, pakai masker kain, lalu hembuskan nafas ke arah cermin/kaca. Kalau masih berembun, berarti kainnya sia-sia.Kalau saya kemarin, karena benar-benar ikhtiar menjaga diri. Saya pakai dobel, di dalam pakai N95, yang luar pakai yang biasa. Sia-sia? Kalau N95 itu sebetulnya udah cukup. Tapi karena saya mau terbang jauh dan lama, maka pikir saya, biar yang luar itu yang murahan, jadi setiap 5 jam diganti. Lha kalau N95 tok, nanti harus ganti baru kan muahal yak.. hehe... tips aja sih ini.Tambahan: Ketika sudah di dalam pesawat, masker tetap dipakai. Boleh dilepas, ketika harus makan/minum untuk penerbangan jauh. Siapkan stok masker ganti di tempat terjangkau, biar cepet gantinya.Bolehkah pake face-shield? Tentu boleh, asal tetap pake masker! Masker tidak bisa digantikan oleh face-shield.Saya pakai goggle juga, itu lhoh, kacamata laboratorium, yang rapat. Kacamata biasa juga gak papa. Dan saya juga bawa obat tetes pelembab mata, agar mata terlalu kering ketika penerbangan jauh.
- Hand sanitizer. Penting ini bawa kemana-mana. Juga tissue alkohol basah, dan kering. Pokoknya alat bersih-bersih lah. Untuk memastikan diri yakin sudah berusaha bersih.Pastikan cairan-cairan ini pada botol kemasan travel size ya... alias maksimal 100 mL. Walaupun mereka basisnya alkohol, alias flammable mudah terbakar, tapi selama botolnya transparan dan <100 mL, mereka diperbolehkan dibawa ke kabin atas. Justru, jangan disimpan di koper. Saya dapat info ini dari petugas check-in drop bagasi.
Jumat, 03 Juli 2020
Memperpanjang Paspor di Unit Layanan Paspor (ULP) Bantul - Juli 2020
Oiya, ini paspor saya yang berwarna hijau. Jadi tidak tahu saya kalau untuk perpanjangan paspor biru alias paspor dinas. Mungkin sama, mungkin berbeda. Saya juga kok ya tidak tanya sekalian sama petugasnya ya.
Nah, bagi teman-teman yang akan memperpanjang paspor, kuy disimak catatan perjalanan saya. Saya akan menceritakan pengalaman saya sekaligus beberapa hal yang perlu jadi perhatian. Mungkin jadi tips juga.
1. Booking lewat antrian.imigrasi.go.id atau unduh aplikasi layanan paspor online lewat android atau iOS. Perlu diketahui, bisa dapat nomor antrian ini bener-bener keberuntungan lho. Susaah banget dapatnya. Kalau kata apps/websitenya, pengambilan nomor antrian tersedia pada hari Jumat s.d. Minggu. Itu menurut pengalaman, Jumat jam 14 buka antrian, jam 15 udah habis. Saya hari Jumatnya sempat putus asa.
![]() |
| Kiri: lewat apps, Error - Kanan: lewat website, capcha nya aja gak ada. |
Pilih tempat/kantornya ini pun bisa jadi tricky. Pilihlah kantor yang relatif tidak akan jadi jujugan banyak orang. Biasanya kantor-kantor imigrasi cabang lebih sepi. Untuk DIY sendiri ada 3 kantor: 1 kantor pusat di dekat bandara, 1 Unit Layanan Paspor (ULP) Bantul - utaranya gerbang UMY Ringroad barat, dan 1 kantor cabang di Kota Wates, Kulon Progo.
Saya pilih yang ULP Bantul. Dan dapat! Itupun saat itu tinggal 3 nomor termasuk saya. Geregetan.
2. Saya save dan screenshot. Ini sesuai dengan petunjuknya kok.
3. Siapkan berkas-berkas berikut:
- Paspor lama,
- KTP elektronik,
- Kartu Keluarga (KK),
- Akta lahir,
- Buku/surat nikah/ijazah. Kalau aku bawa buku nikah. Ini fungsinya untuk verifikasi nama, apakah sudah benar konsisten atau belum: ini termasuk singkatan-singkatan nama.
- Kalau kamu domisilinya dari luar daerah (luar propinsi), kamu akan diminta surat pengantar alasan kenapa bikin paspornya di propinsi DIY. Untuk kamu para mahasiswa, suratnya harus dari departemen/jurusan/prodi. Untuk kamu para pekerja/pegawai, mintalah dari atasan. Untuk orang umum, minta surat pengantar dari Kelurahan. - Ini informasi verbal dari petugasnya disana.
Fotokopi semua berkas 1 kali. Yang asli tetap dibawa untuk verifikasi. - Jangan lupa bawa materai 6000 sebanyak 1 lembar.
- map kuning khusus dari sana, diisi nama dan lain-lain pada bagian muka depan.
- formulir isian, diisi full sesuai petunjuk.
- formulir pernyataan kebenaran data, diisi sesuai petunjuk dan materai, tanda tangan diatas materai.
Tenang, disana banyak bolpen hitam disediakan!
7. Setelah itu, kamu akan menerima tagihan untuk dibayar, biaya pembuatan paspor.
Untuk kasus saya, karena sistem baru perbaikan katanya, maka dikasih solusi: akan diberitahu bukti tagihannya ke nomor WA, lalu bawa nomor WA tersebut ke teller bank (mana saja). Harus teller, biar dapat bukti bayar yang besar itu. Terus 3 hari kerja setelah bayar, ke ULP lagi, buat ambil paspor. DONE!
Itu sekilas cerita pengalaman penggantian paspor karena sudah mau habis masa berlaku. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua yang mau mengganti paspornya, atau bikin baru pertama kali... kurang lebih sama alur dan syaratnya. Yang paling ngeselin adalah rebutan slot antrian lewat apps atau websitenya. Saran saya, carilah waktu yang paling seloo.. misalnya pagi2, atau bahkan dini hari... Sebab kalau siang dan sore, sudah pasti yang akses dua kanal itu banyak orang.. padat.
Kamis, 12 September 2019
Sebuah Pesan dari Eyang Habibie untuk Generasi Milenial
Jumat, 09 Agustus 2019
Layanan Kantor Samsat Sleman - Agustus 2019
Well, karena sudah dijelaskan sapacerita, maka tidak akan saya jiplak disini karena alurnya masih sama untuk Agustus 2019 ini. Di sini, saya akan memposting tambahannya saja, yaitu Jenis Pelayanan di Kantor Samsat Sleman, per Agustus 2019.
Semoga bermanfaat.
Selasa, 16 April 2019
Jejak ekologis: ada dosa yang tidak kita ketahui
Cerita sekilas, film itu menceritakan dampak negatif pada aspek sosial lingkungan dari kegiatan pertambangan batubara, berikut para pelaku usaha batubara yang ternyata orang-orang penting di pemerintahan, baik di daerah maupun pusat. Batubara yang dikeruk di bumi Kalimantan dibawa menggunakan tongkang-tongkang menuju PLTU-PLTU di Jawa dan Bali. Listrik yang dihasilkan oleh PLTU menyokong kehidupan di Pulau Jawa, Bali dan sekitarnya.
Kita di Jawa, terlupa bahwa listrik yang kita nikmati di rumah selama ini ternyata membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit pada warga di sekitar areal pertambangan dan PLTU, bahkan lingkungan laut di sekitar PLTU. Kita merupakan bagian dari rantai panjang perubahan-perubahan ini. Inilah yang kemudian dibahas oleh para ahli lingkungan, sebagai istilah Jejak Ekologis.
Ternyata, jejak ekologis ini kadang membawa efek buruk, yaitu terdampaknya kehidupan sosial dan lingkungan sekitar. Ini barangkali menjadi dosa kepada kita, dan kita tidak pernah menyadarinya. Oleh sebab sempitnya pengetahuan kitalah, kita diajarkan doa taubat, mohon ampun pada Allah Subhanahu wa ta'ala seperti berikut ini.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى
"Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan." (HR. Bukhari no. 6398 dan Muslim no. 2719).
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa yang tidak ketahui.
Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1463-doa-memohon-segala-ampunan.html
Sabtu, 12 Januari 2019
Pengalaman tentang tidur
Setiap manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna. Ada kalanya tubuh bisa beraktivitas prima, namun ibarat mesin, ada waktu untuk istirahat. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menciptakan waktu malam untuk waktu istirahat bagi manusia, bahkan bagi sebagian besar makhluk hidup.
“Karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. al-Qashas: 73)
Istirahat yang dimaksudkan adalah tidur. Nah, disini saya bermaksud mengemukakan pendapat saya berdasarkan pengalaman saya saat tidur.
Tidur merupakan suatu misteri bagi kita semua. Proses dan fenomena alamiah bernama tidur ini benar-benar di bawah kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, salah satunya untuk menunjukkan bahwa manusia itu benar-benar lemah, yang masih membutuhkan tidur. Banyak para peneliti yang meneliti dengan seksama proses tidur ini, hingga sampai pada teori fase-fase tidur: Non-Rapid Eye Movement dan Rapid Eye Movement. Silakan cari di google untuk itu.
Saya belum begitu percaya dengan fase-fase tersebut. Namun ada pengalaman menarik yang saya rasakan saat tidur.
Senin, 05 November 2018
[1] Mengapa tidak
Tepat tanggal 2 Oktober 2018, saya berangkat ke Negeri Belanda. Saya adalah tuna media sosial kekinian kecuali WhatsApp. Risiko yang sudah saya sadari sejak sekitar tahun 2015 yang lalu ketika meninggalkan Facebook dan menutup akun saya secara total. Tak ada penyesalan, toh dulu yang membuatkan akun Facebook juga bukan saya. Dulu saya juga punya akun twitter, tapi juga bukan saya yang mau dan yang membuatkan. Ada beberapa akun yang lain, tapi lagi-lagi bukan saya yang bikin. Mereka adalah teman-teman saya, teman sekolah dan kampus, yang gemas karena saya anti medsos. Jika ada orang yang disebut ansos--antisosial, maka ternyata ada juga anmedsos--anti media sosial, ialah saya.
Kembali ke topik Belanda.
Resiko saya alami dari sebelum keberangkatan: saya buta dengan informasi, saat itu. But, that's fine. Saya masih bisa kontak beberapa teman saya, seperti Reza yang sudah menetap di Belanda dan sabar membantu saya menerangkan apapun, termasuk sekadar "bagaimana cara naik dan memilih kereta di Belanda".
Saya baru mendarat di Bandara Internasional Schiphol, Amsterdam tanggal 3 Oktober, pagi, menggunakan Garuda Indonesia. Sebelumnya saya diberi tahu Reza untuk naik kereta NS dari Schiphol menuju Enschede, direct intercity.
Syahdan.
Ponsel saya mati sejak dari pesawat. Dan di stasiun Shciphol saya tidak menemukan tempat colokan listrik. Padahal saya ingin bertanya ke Reza, karena belum tau dimana beli tiket kereta, dan seterusnya.
Inisiatif survival muncul.
Saya melihat lalu lalang orang-orang, akhirnya menuju ke loket NS untuk beli tiket. Tiket kereta pertama yang terbeli 24 euro. Lalu saya melihat-lihat lagi bagaimana orang menggunakan tiketnya, ternyata ada sistem check-in dan check-out pada sebuah mesin kecil yang banyak terpasang di stasiun. Kenapa saya gak nanya saja ke petugasnya? Gak ada inisiatif saat itu. Entah. Akhirnya, Saya masuk ke peron sesuai jurusan, yaitu menuju Enschede.
Begitu singkat cerita, saya sudah settled di Enschede untuk saat ini, 4 November 2018. Alhamdulillah.
Baru saja menikmati ritme hidup di Enschede, mas Aji dan mas Aul, senior di kampus, sesama orang Indonesia, mendorong-ndorong saya untuk maju ke Pemilihan Ketua PPIE--Persatuan Pelajar Indonesia Enschede, per akhir tahun 2018 ini.
Hemm, apakah tidak cukup meragukan, saya kok diminta ikutan Pemilu Ketua PPIE? Bukankah seharusnya saya melihat jejak rekamnya dulu bagaimana PPIE di lapangannya, baru kemudian memutuskan untuk memperbaiki atau meneruskan sistemnya?
Saya muntir. Tidak mau.
Namun, gigih sekali rupanya mereka ini. Ditambah beberapa teman-teman yang lain yang pada akhirnya mendukung saya. Saya tidak tahu persis kehidupan PPIE, namun sudah diminta ikutan nyalon. Yassalam.
Ada perdebatan dalam diri saya: apa sih yang saya cari di Enschede sini? Apakah saya mau fokus menyusun proposal dan artikel jurnal saya? Itu jelas yang utama. Selesaikan saja dulu yang utama.
Kalau jadi pelajar biasa, apakah kemudian saya tidak bisa bersosialisasi dengan warga/pelajar Indonesia yang lain, yang mana mereka tergabung dengan PPIE? Tidak mungkin tidak kan?
Jadi buat apa nyalon ketua? PPIE tanpa saya juga akan jalan juga. Tetap akan ada juga yang nyalon jadi ketua dan seperangkat pengurusnya. Fokus saja lah, kalau mau kegiatan ekstra, mending ikut pengajian-pengajian kelompok muslim saja yang ada. Atau kalau ada kegiatan yang diadakan PPIE ya gabung aja sebagai peserta.
Akan tetapi,
kemudian saya berpikir. PPIE tidak hanya berisi kegiatan-kegiatan untuk para anggotanya. PPIE juga bertanggung jawab dengan nasib para anggotanya, bahkan ikut berpartisipasi pada nasib WNI di Enschede sini. Setidaknya, sebagai sesama bangsa Indonesia yang minoritas tinggal di negeri orang, legitimasi pada satu badan organisasi legal adalah bentuk manifestasi perlindungan bagi masing-masing anggota. Katakanlah, jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, maka jika kita sudah terakui terlibat dalam PPIE, kita akan dibantu dan dilindungi.
PPIE adalah sebuah cabang, bagian dari bangsa Indonesia, yang jauhnya 14.000 km dari tanah air, tapi rasa cinta dan bangga terhadap negerinya tak pernah berkurang.
Di situ, saya kembali berpikir untuk menimbang dukungan para teman-teman saya, untuk bisa lebih maksimal bermanfaat
Rabu, 02 Mei 2018
Ketika matahari sepenggalah naik
Setelah mencari tahu lebih dalam apa makna rezeki dalam Islam, ternyata saya salah besar selama ini.
Langkah kaki yang dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid, adalah rezeki. Sebab tidak banyak, yang kaki dan hati ini bisa sekonyong-konyong bergerak melangkah ke masjid ketika adzan berkumandang.
Hati yang Allah jaga jauh dari iri, dengki, dan kebencian, adalah rezeki. Sebab semua penyakit hati itu merusak segalanya, termasuk menciptakan suasana hidup yang tidak tenang.
Punya teman-teman yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rezeki. Sebab, hidup menjadi lebih baik. Seumpama mereka masuk surga dahulu, sedang diri ini belum, maka Allah membolehkan mereka untuk menjemput kita. "Seseorang bersama dengan yang dicintainya." [1]
Saat keadaan sulit penuh keterbatasan, itu juga rezeki. Mungkin jika dalam keadaan sebaliknya, justru membuat kita kufur, sombong, angkuh bahkan lupa diri.
Punya orang tua yang sakit-sakitan,ternyata itu adalah rezeki, karena merupakan ladang amal pembuka pintu surga bila kita tulus ikhlas mengurusnya.
Tubuh yang sehat, adalah rezeki. Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rezeki karena sakit adalah penggugur dosa.
Dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk-bentuk rezeki yang kita tidak sadari. Suami, istri, dan anak-anak sehat itu rezeki, anak-anak Anda sekolahnya lancar itu rezeki, hidup rukun sama tetangga itu rezeki.
Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kebahagiaan, padahal begitu banyak hak Allah yang belum mampu atau tidak kita tunaikan. Barangkali itu adalah hukuman bagi kita, istidroj.
Rabu, 18 April 2018
Tentang Kehormatan
"Seseorang dihormati karena dua hal, yaitu karena akhlak atau karena takut."Karena akhlak baik,
penghormatan yg diberikan bersifat tulus. From the deepest part of the heart. Kita kasih senyum tulus kepada orang lain yang kita temui dari awal hari hingga tutupnya kelopak mata, dan kita beri yang terbaik bagi mereka dengan sebaik-baik perbuatan dan sikap kita, maka bersiaplah mendapatkan hal yang sama. Hati menjadi tenang, aman, dan tenteram. Kita dikelilingi orang-orang yang baik kepada kita. Bersyukurlah.
Kalau karena takut,
penghormatannya dusta. Banyak orang tersenyum di dunia ini bukan karena salut dan takjub pada akhlak baik seseorang, melainkan karena takut padanya. Mengapa? Ia memberi senyum pada seseorang karena malas mendapatkan keburukan dari orang tersebut. Sehingga senyumannya hanya dari sedangkal bibir, bukan sedalam hati. Jika kita menjadi seseorang tersebut, yang diberi senyum karena takut akan keburukan kita, maka bertaubat dan berubahlah!
Which one do you prefer?
Kamis, 29 Maret 2018
Before you feel pressure, watch this!
Jumat, 06 Oktober 2017
Mainkan saja peran Anda!
Kamis, 03 Agustus 2017
Mengurus SKCK di Polres Sleman
Pada beberapa waktu yang lalu saya menulis pengalaman mengurus surat-surat kesehatan sebagai salah satu syarat pendaftaran beasiswa. Berikut ini, saya akan menuliskan pengalaman saya mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian alias SKCK.
Saya membutuhkan SKCK untuk mendaftarkan diri pada formasi dosen non-PNS di Universitas Gadjah Mada. Menurut daftar persyaratan yang saya terima memang tidak ada keterangan untuk kebutuhan SKCK. Namun, saya akhirnya memutuskan untuk membuatnya dengan dalih, (1) siapa tahu diperlukan, karena biar bagaimanapun SKCK dewasa ini merupakan kewajiban bagi para pencari pekejaan, (2) saya bisa latihan mengurusnya jika suatu saat harus mengurus dengan waktu yang mendesak, (3) saya sekarang punya cukup waktu luang... 😅
Akhirnya, saya bertanyalah kesana kemari, ke polsek, ke kelurahan dan kemudian saya tahu keribetannya dan cara terefektif bin legal untuk mengurus semuanya.
Saya harus mengurus SKCK di Polres Sleman. Kantor kepolisian yang saya tuju harus setingkat kabupaten karena untuk keperluan mencari kerja di tingkat pemerintah (baca: PNS), tidak boleh hanya sekadar Polsek (setingkat kecamatan). Selain itu, peralatan yang menunjang untuk SKCK di polsek juga mungkin tidak memadai.
Berikut langkah-langkahnya, mengurus SKCK di Polres Sleman (mungkin di polres lain berbeda kebutuhannya):
1. Hal yang harus disiapkan dari rumah:
- Surat pengantar dari Kantor Kelurahan (untuk mengurus ini, harus punya surat pengantar dari Dukuh* tempat tinggal Anda).
- Fotokopi KTP 2 lembar
- Fotokopi KK 1 lembar
- Fotokopi Akta Kelahiran 1 lembar
- Pasfoto Berwarna Background Merah 5 lembar
(Pasfoto yang digunakan untuk kepolisian harus berlatar merah, walaupun foto Anda pada KTP berlatar biru).
- Uang receh yang cukup (untuk fotokopi) dan Rp 30.000,00 pas (untuk SKCK).
2. Datang pagi-pagi ke Polres Sleman. Loket buka secara normal pukul 08.00 WIB, sebab pagi-pagi biasanya para petugas masih apel pagi. Namun, karena ini kantor yang melayani masyarakat umum, semakin pagi semakin baik karena terkadang antri cukup banyak.
3. Parkir motor di area parkir motor, atau mobil di halaman gedung (minta petugas parkir untuk mengarahkan).
4. Langsung menuju ke Bagian Sidik Jari (INAFIS) di sebelah selatan gedung pembuatan SIM. Di bagian ini, yang diperlukan adalah 1 lembar FC KTP dan 1 pasfoto merah.
- Berikan dua hal itu kepada petugas.
- Begitu diberikan, nanti Anda langsung diberi kartu formulir sidik jari.
- Isi dengan sebisanya data-data yang diperlukan, termasuk ciri-ciri fisik Anda.
- Setelah selesai, baru dikumpulkan lagi ke petugasnya.
- Tak berselang kemudian, akan dipanggil untuk dimintakan cap sidik jari. Ada petugas yang memandu itu sehingga jangan bingung.
- Selesai pengecapan, cuci tangan Anda dan kartu formulir akan diproses.
- Anda tinggal menunggu untuk dipanggil dan diberi Kartu Rumus Sidik Jari.
- Pada bagian ini, petugas akan mengatakan "biaya seikhlasnya", jangan beri apapun, cukup terimakasih. Menurut saya, ini termasuk pungli alias uang gelap yang saya temukan di Polres Sleman (walau berkedok seikhlasnya).
5. Lalu bersegeralah ke tempat fotokopi yang berada di sebelah utara gedung pembuatan SIM. Ada fotokopi di samping warung (kantin) kecil. Lokasinya persis di sebelah timur gedung ujian tulis SIM. Dari sini, siapkan 1 lembar fotokopi Kartu Rumus Sidik Jari.
6. Anda masih punya:
- Surat pengantar dari Kantor Kelurahan
- Fotokopi KTP 1 lembar
- Fotokopi KK 1 lembar
- Fotokopi Akta Kelahiran 1 lembar
- Pasfoto Berwarna Background Merah 4 lembar
- ditambah Fotokopi Kartu Rumus Sidik Jari 1 lembar
7. Bersegeralah ke bagian Pelayanan SKCK, yang terletak di gedung depan (sebelah barat parkir motor, dekat pintu gerbang masuk kompleks Polres - akan ada tulisan petunjuknya besar).
8. Begitu sampai di loket,
- Serahkan semua berkas yang Anda pegang tadi.
- Petugas akan memeriksa dan memberikan 1 bendel formulir dan biaya resmi sebesar Rp 30.000,00.
- Isikan secara lengkap sampai akhir, walaupun jawabannya "Tidak ada" atau "Tidak pernah".
- Serahkan kembali bendel formulir yang sudah terisi kepada petugas dan kemudian menunggu panggilan.
- Anda akan dipanggil untuk mendapat SKCK asli, dan akan diminta memfotokopi untuk legalisir sekalian.
Pada tahap ini, sebetulnya Anda sudah bisa pergi. Namun, tidak ada salahnya jika Anda melegalisir sekalian. Silakan menuju tempat fotokopi yang tadi dan kembali lagi ke Bagian Pelayanan SKCK.
Sekian.
*p.s. Untuk surat pengantar dari Dukuh, siapkan KTP dan KK untuk didata nomornya oleh RT/Dukuh.
Rabu, 12 Juli 2017
Mengurus surat sehat di RSUD Sleman - Juli 2017
Si penulis blog sangat rapi dalam menceritakan pengalamannya mencari surat yang sama di RSUD Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lalu saya print saja halaman blognya, dan saya pegang untuk dipelajari dan menjadi panduan ketika di rumah sakit nantinya. Saya terhitung orang yang males untuk mengikuti birokrasi yang rumit dan tidak jelas. Rumit sih boleh, tapi kalau tidak jelas, saya mah ogah. Jadi, thanks untuk si empunya blog atas bantuannya.
Dijelaskan dalam blog tersebut bahwa untuk memenuhi persyaratan pendaftaran beasiswa LPDP atau lowongan kerja yang berbasis negara atau perusahaan swasta tertentu, surat sehat harus diterbitkan oleh rumah sakit pemerintah. Sepenangkap saya pada awalnya juga RSUP (Pusat)-lah yang dimaksud oleh persyaratan tersebut. Tapi si empunya blog sudah menelepon pihak LPDP, menanyakan apakah RSUD bisa juga atau tidak, dan ternyata bisa. Mengapa harus memilih RSUD daripada RSUP? Ada beberapa pertimbangan, namun yang paling penting adalah tentang biaya. Hehehe... biaya di RSUD Sleman jauh lebih murah daripada di RSUP Sardjito, Yogyakarta. Karena surat sehat ini tidak ter-cover oleh BPJS dan sejenisnya, maka biaya yang sedikit tinggi sudah bikin ngos-ngosan.
Oke, saya ceritakan proses pengurusan surat sehat versi saya di RSUD Sleman.
Pada intinya, ada tiga hal yang akan diurus:
(1) surat sehat jasmani-rohani, diurus di Klinik Jiwa
(2) surat bebas narkoba, diurus di Klinik Jiwa dan Laboratorium (uji urin)
(3) surat bebas tbc, diurus di Klinik Jiwa dan Radiologi (rontgen)
Berikut langkah-langkahnya. Cukup sederhana.
1. Persiapkan dari rumah: uang sekitar Rp 400.000,00 (dihitung per bulan Juli 2017, mungkin sudah berubah).
2. Datang ke RSUD Sleman Gedung Utara (bertingkat).
- Menuju lobby gedung di Lantai 1 dan ke meja informasi.
- Anda akan ditanya oleh petugasnya: keperluannya apa dan apakah Anda pasien baru atau lama. Kalau lama, Anda harus menyerahkan kartu pasien. Kalau baru, Anda akan diberi formulir pendaftaran pasien dan diantrikan sebagai pasien baru. Karena saya belum pernah ke sana, maka saya mendaftar dahulu sebagai pasien baru, mengisi formulir 10 menit. Bawa formulir ke Ruang Pendaftaran.
- Ucapkan terimakasih dan pamit.
3. Lalu mengantrilah ke ruang selanjutnya, yaitu Ruang Pendaftaran.
- Tunggu nomor antrian Anda dipanggil.
- Jika nomor Anda disebut, perhatikan akan ke loket berapa Anda harus datang. Untuk pasien baru dan keperluan umum, biasanya ke loket 5.
- Antrian terkadang banyak, sehingga Anda harus menunggu agak lama. Saran saya semakin pagi, semakin cepat dan lebih baik.
- Ketika di loket, serahkan formulir Anda yang sudah diisi dan Anda akan ditanya lagi keperluannya apa. Silakan sebutkan dengan jelas. Kalau saya mengatakan bahwa saya akan memohon dibuatkan surat sehat jasmani-rohani, surat bebas narkoba, dan surat bebas tbc.
- Setelah Anda mengumpulkan formulir pendaftaran, Anda tunggu sebentar untuk disiapkan sebendel berkas dari petugasnya.
- Setelah petugasnya memberikan bendelan berkas yang baru, Anda akan diarahkan ke Klinik Jiwa yang terletak di sebelah selatan loket pendaftaran 5.
- Ucapkan terimakasih lalu pamit.
4. Di Klinik Jiwa
- Anda harus menyerahkan berkas yang diberikan petugas pendaftaran tadi ke perawat yang bertugas di dalam Klinik Jiwa. Ya, Anda harus masuk ke ruangan dengan mengetuk pintu dahulu. Pintu Klinik Jiwa memang secara otomatis tertutup.
- Anda akan diminta menunggu di luar ruangan dan duduk di tempat tunggu, untuk menunggu panggilan. Sekali lagi, lama waktu tunggu bergantung dengan banyaknya pasien yang mempunyai keperluan sama.
- Setelah nama Anda dipanggil, silakan Anda masuk ruangan Klinik Jiwa.
- Anda akan ditanya keperluannya, dan jawab saja dengan jawaban ketika di Pendaftaran tadi: surat sehat jasmani, rohani, bebas narkoba, bebas tbc.
- Anda juga akan ditanya surat sehat ini nanti untuk keperluan apa, dan silakan jawab sesuai keperluan Anda. Kalau saya saat itu menjawab untuk mendaftar beasiswa.
- Petugas di Klinik Jiwa itu akan menjelaskan bahwa akan ada 3 hasil surat:
(1) surat sehat jasmani sekaligus bebas tbc
(2) surat sehat rohani
(3) surat bebas narkoba
- Petugas akan membuat nota tagihan biaya, dan Anda akan diberitahu berapa biayanya. Saat saya mengurus itu, rincian biayanya adalah:
(1) Biaya Klinik Jiwa Rp 35.000;
(2) Biaya Klinik Umum Rp 25.500;
(3) Biaya Skrining napza Rp 23.000;
(4) Biaya Tes woodworth (tes rohani) Rp 43.000;
sehingga Total Tagihan Pertama adalah Rp 126.500.
- Anda akan diberikan nota tagihan tersebut bersama dengan beberapa berkas dan formulir.
- Anda bisa bayarkan Tagihan Pertama ini ke Bank BPD DIY yang terletak di Ruang Pendaftaran (terlihat jelas loketnya).
- Setelah membayar, Anda punya 3 pilihan mana yang akan diselesaikan dahulu:
(1) ke Bagian Radiologi (foto rontgen untuk TBC)
(2) ke Lab (uji urin untuk napza)
(3) kembali ke Klinik Jiwa (tes woodworth untuk tes rohani)
Pada prinsipnya, Anda bisa mengurus masing-masing secara bersamaan. Masing-masing juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Untuk hasil uji rontgen bisa jadi butuh waktu 2 jam, untuk hasil uji urin napza butuh waktu 1 jam, dan tes rohani butuh waktu 30 menit.
5. Bagian Radiologi
- Karena Anda meminta Surat Keterangan yang menjelaskan bebas TBC, maka Anda harus ke Bagian Radiologi yang letaknya di bagian selatan dari Ruang Pendaftaran.
- Sesampainya di meja registrasi Bagian Radiologi, Anda berikan saja berkas-berkasnya yang diberikan petugas dari Klinik Jiwa. Berkas yang diambil adalah surat rujukan foto rontgen.
- Anda lalu harus menunggu untuk dipanggil dan diberi struk nota tagihan baru (Tagihan Kedua) yang harus dibayarkan ke Bank BPD DIY dahulu sebelum foto rontgen, sebesar Rp 83.000.
Jika Anda membutuhkan Surat Keterangan Bebas TBC, Anda wajib foto rontgen di Bagian Radiologi dengan biaya tagihan tambahan yang akan Anda dapat ketika sudah di Bagian Radiologi (sekitar Rp 83.000). Namun jika surat sehat Anda tidak perlu ada keterangan bebas TBC, maka Anda tidak perlu foto rontgen. Demikian pula dengan keterangan bebas napza (jika menggunakan uji napza, maka akan dikenai biaya tambahan sebesar Rp 23.000 yang tadi). Contoh, jika Anda tidak memerlukan uji bebas napza dan bebas tbc, maka Anda cukup membayar Rp 103.500.
- Bayarkan Tagihan Kedua dari Bagian Radiologi ke BPD DIY.
- Kembali lagi ke Bagian Radiologi untuk menyerahkan nota lunas pembayaran Tagihan Kedua (nota khusus rontgen) kepada petugas di meja radiologi. Anda harus ingat, sebelum dibayarkan tagihannya, petugas tidak akan melayani pemotretan rontgen.
- Anda tunggu untuk dipanggil untuk rontgen. Sembari menunggu, Anda cek kembali bahwa Anda masih membawa beberapa berkas dan formulir dari Klinik Jiwa. Lebih baik Anda mengisi formulir pertanyaan skrining narkoba yang Anda bawa tersebut. Ada 28 pertanyaan kuesioner tentang penyalahgunaan obat.
- Anda dipanggil untuk pemotretan.
- Hasil foto akan jadi 2 jam kemudian.
- Karena waktu tunggu foto rontgen jadi cukup lama, lebih baik Anda mengurus uji urin untuk napza di Laboratorium yang lokasinya terletak di sebelah utara persis dari Loket Bank BPD DIY. Nanti Anda harus kembali lagi ke Radiologi untuk menanyakan hasil fotonya.
- Semua urusan di radiologi dan lab bisa diselesaikan secara bersamaan, tidak saling berkaitan. Jadi sehabis dari Klinik Jiwa, bisa ngurus di Laboratorium untuk uji urin dan tidak perlu menunggu sampai kelar sudah bisa ke Radiologi (rontgen) atau sebaliknya. Cara ini lebih efektif.
6. Laboratorium
- Sesampainya Anda di Laboratorium, letakkan berkas-berkas yang tersisa di rak keranjang yang bertuliskan "Pendaftaran".
- Anda akan dipanggil, dan diberi nota tagihan baru (Tagihan Ketiga) sebesar Rp 114.000 beserta botol wadah urin.
- Anda kembali ke BPD DIY dan membayarkan Tagihan Ketiga.
- Anda juga harus menyerahkan urin Anda dalam botol yang diberikan.
- Anda kembali lagi ke Laboratorium dan menaruh botol berisi urin ke keranjang "Tempat Urin". Sekarang waktunya menunggu lagi. Namun saya sarankan Anda untuk mengecek lagi ke Ruang Radiologi (rontgen), karena siapa tahu sudah jadi foto rontgennya.
Sebagai contoh hasil uji urin butuh waktu 1 jam, sedangkan foto rontgen 2 jam dari pemotretan.
7. Bagian Radiologi (lagi)
- Coba Anda tanyakan kepada petugasnya, siapa tahu foto Anda sudah jadi. Saya pernah coba tanya, ternyata punya saya sudah jadi satu jam lebih cepat dari waktu saya foto tadi.
- Jika sudah jadi, silakan Anda ambil hasilnya, mengisi buku pengambilan foto, lalu Anda pamit, dan berterimakasih.
8. Klinik Jiwa (lagi)
-Saya sarankan Anda sebelum ke Klinik Jiwa, Anda mampir ke Lab dan menanyakan apakah hasil Anda sudah jadi atau belum sebab mungkin saja hasil lab Anda sudah jadi tetapi saat nama Anda dipanggil, Anda masih di Bagian Radiologi. Kalau sudah jadi, silakan diambil, namun biasanya belum jadi.
- Pada tahap ini, Anda minimal sudah membawa foto rontgen thorax (dada) Anda.
- Karena uji urin belum keluar hasilnya, Anda bisa ke Klinik Jiwa untuk tes Woodworth dan wawancara.
- Bentuk tes Woodworth adalah kuesioner yang cukup banyak.
- Silakan diisi semuanya, dan jika sudah selesai segera kumpulkan kembali kepada petugasnya beserta kuesioner skrining narkoba.
- Anda akan diminta ke Lab untuk ambil hasil uji urin dahulu (itu jika tadi saat Anda mampir, hasil Lab belum keluar).
9. Laboratorium (lagi)
- Ini adalah kesekian kalinya Anda ke Lab, untuk menanyakan hasil uji urin.
- Jika belum juga jadi, Anda tunggu saja. Anda tidak punya tanggungan apa-apa lagi di bagian lain (karena rontgen dan tes rohani sudah selesai).
- Anda akan dipanggil dan silakan ambil hasilnya berupa lembar kertas berupa rangkuman hasil.
- Silakan pamit dan berterimakasih.
10. Klinik Jiwa (lagi)
- Akhirnya Anda sudah memegang hasil foto rontgen untuk TBC, hasil uji urin untuk bebas napza, hasil tes rohani.
- Anda akan diwawancara sedikit oleh dokter spesialis jiwa.
- Lalu dokternya memberikan acc di surat bebas narkoba dan sehat rohani.
- Lalu dokter menyerahkan sebendel berkas yang harus diserahkan ke Ruang General Check-Up (GCU) lantai 4, bersama hasil rontgen.
- Keluar dari Klinik Jiwa ini, Anda sudah memegang Surat Sehat Rohani dan Surat Bebas Napza. Simpan dua surat tersebut.
- Silakan pamit dan berterimakasih
11. Ruang GCU Lt. 4
- Bersegeralah ke GCU menggunakan lift.
- Ke GCU untuk minta surat bebas TBC (sekaligus berarti surat sehat jasmani).
- Tensi darah Anda akan diukur, dicek hasil rontgen dan denyut jantung sambil rebahan dan tarik nafas.
- Anda kemudian akan mendapat surat sehat jasmani (termasuk bebas TBC dalam 1 surat). Lengkap sudah semua surat yang Anda perlukan.
- Anda bisa pamit dan berterimakasih.
- Selepas ini sebetulnya selesai urusan Anda. Tiga (3) jenis surat sudah Anda pegang. Namun saran saya, sekalian saja membuat kopian terlegalisasi yang bisa diurus di Subbagian Umum lantai 5. Fotokopi RSUD tersedia di lantai 1.
12. Subbagian Umum Lt. 5
- Serahkan saja semua kopian kepada petugas yang ada.
- Akan dipanggil nama Anda, dan Anda diberikan legalisasi sebanyak yang Anda berikan tadi.
---
Sekian pengalaman saya mengurus surat sehat untuk beasiswa LPDP. Harapan saya, tulisan ini bisa membantu untuk teman-teman yang berminat untuk mengurus hal yang sama. Semoga bisa menjadi pertimbangan, khususnya tentang waktu. Semakin pagi datang, semakin cepat selesainya (walaupun pelayanan RSUD Sleman saat ini sudah sangat maju, mudah, dan dekat--hanya satu gedung).










