Wah,
Aku itu anak geologi, anak alam. Tetapi kalau disuruh main rafting-arung jeram, naik gunung, caving-susur gua, panjat tebing, tralalala trililili lainnya, mesti harus mikir2. Kalau naik gunung sih sudah lumayan biasa. Otomatis lah, dididik untuk menjadi seorang geologis. Tapi kalau untuk kegiatan-kegiatan pencinta alam, beh mesti bener2 mikir. Kenapa? Aku cukup takut untuk kegiatan macam itu. Arung jeram, susur gua, semuanya harus dilakukan dengan ketrampilan khusus. Gak semua orang bisa. Pikirku, itu semua hanya untuk orang yang memang kenekatan keberanian yang luar biasa.
Aku pasti kepikiran sama film-film pencinta alam semacam "Sanctum" yang akhirnya pada mati gara-gara musibah itu. Kan ngeri betul kalau terjadi nyata. Tiba2 atap gua runtuh gimana jadinya?
Gua Pindul
Temenku akhirnya ngajak aku caving alias susur gua. Mana guanya berair lagi. Ya sudah, daripada belum pernah sama sekali, mending ikut aja deh. Lagipula gak ada alasan yang cukup untuk menolak. Pernah sih bilang, kalau aku gak begitu bisa berenang. Eh, katanya ada pelampungnya. Ya sudah. Ikut aja. Tanggal 25 Januari 2012 akhirnya aku ikut mereka.
Bener kan, akhirnya dari pusat Jogjakarta berangkat ke Gua Pindul di Gunung Kidul yang katanya keren itu. Arahnya, dari Jogja naik ke Patuk terus melaju ke pusat kota Wonosari. Sampai ada bundaran BPD di Wonosari belok ke kanan. Ikuti jalan itu terus, sekitar 5 kilometer. Ada gapura besi besar di kanan jalan pada perempatan jalan, belok kiri masuk gapura itu. Nanti ada orang-orang pribumi yang mau menunjukkan jalan ke Gua Pindul secara gratis alias nggak usah mbayar ke orang itu. Dia sudah dibayari sama Pengelola Gua Pindul alias Pemda.
Sampai di Gua Pindul
Wah, kebetulan gak ada kamera nih yang motret muka obyek wisatanya. Nah, setelah parkir motor, aku dan teman2 langsung ke sekretariatan. Lumayan rame. Dan disinilah kami mbayar sewa pelampung ples ban. Dengan merogoh kocek 30rb untuk susur gua, kalau sekalian rafting di Kali Oyo mbayar 40rb. Tapi karena debit air Kali Oyo baru kecil, maka kami memutuskan untuk susur gua saja. Nah, lumayan lho. Dengan harga segitu, aku merasa sangat diuntungkan. Mengapa? Ada fasilitas pemandu yang attraktif bernama Mbah Ireng dengan ditemani satu pemandu lagi yang membawakan kamera. Jadi pas di dalam gua nanti, para peserta gak perlu jeprat jepret. Takut jatuh ke air. Mending kameranya dititipkan ke pemandu, nanti difotoin. Lumayan hasilnya. Cukup profesional dengan kamera pocket semacam punyaku.

Lihat di foto atas, jadi fasilitas yang kami pakai standar seperti itu. Trus pakai sepatu plastik bawaan dari Pengelola agar nanti gak lecet2. Nah, musti jalan kaki sekitar 500 meter. Guanya sendiri panjangnya 350 meter. Nah, sebelum benar2 masuk gua, ada briefing dulu dari pemandu Mbah Ireng. Safety first lah ya..
- Dilarang berbuat anarki.
- Dilarang berbicara kotor.
- Saling menjaga diri.
- Berdoa.
- Pakai pelampung yang benar.
Kata mbah Ireng, ada 3 zona di dalam gua. Pertama, zona terang dimana langit masih terlihat. Semakin masuk menjadi zona remang-remang. Zona terakhir, zona gelap abadi. Ohiya, FYI, kedalaman air disini dari 4 - 12an meter.
Nih, sedikit jepretan yang ku tampilkan. Lumayan kan? Nah, menuju zona gelap abadi, harus lewat celah sempit gua (kanan bawah). Makanya kami ditarik satu persatu. Ini sengaja nggak ditampilkan banyak2 karena kalau ingin tahu sebenarnya, datang saja ke Gua Pindul dan rasakan sensasinya. Haha..
Ini bagian terasyik.
Bagian terasyik ini sudah hampir keluar gua. Dan disini kedalaman air masih cukup dalam. Bagi peserta tour yang belum mahir berenang kayak aku, mesti diuji adrenalinnya dilepas sendiri disini. Pakai pelampung tak mengurangi rasa takut lho. Hehehe... tapi teman2ku dengan melenggangkan badan, berani2nya terjun kayak gini.
Akhirnya aku diajari renang sama Mbah Ireng. Gak tau caranya gimana, yang penting tenang, dan tangan kaki digerak-gerakkan. Sudah deh, bergerak jadinya. Hahaha..
Ini foto tim kami sebelum keluar gua. Di sini lah, tempat keren yang pernah aku lihat sendiri. Ada sinar matahari masuk melalui celah atap gua. Jatuh ke air dan membias warna hijau. Keren bet.
So?
Bagi kamu yang merasa takut caving tapi malu diejek temen2mu, datanglah ke sini. Hahaha... nanti bakalan kehapus tuh pendapat orang2 tentangmu. Atau bagi kamu yang suka adventuring, walau gak begitu menantang, tapi datanglah kesini. Karena memang disini didesain untuk refreshing keluarga-semacam desa wisata gitu deh. Sip deh pokoknya.